Ia mengungkap target investasi Tahun 2026 sebesar Rp1,509 triliun mengalami peningkatan dibandingkan realisasi investasi Kota Jambi Tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,317 triliun. Dengan demikian, target tersebut meningkat sebesar sekitar 14,6 persen.
“Kenaikan target ini mencerminkan optimisme Pemerintah Kota Jambi, namun tetap disusun secara cermat, realistis, dan terukur,” sambungnya.
Ia menjelaskan, penetapan target realisasi investasi Tahun 2026 sebesar Rp1,509 triliun didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap capaian investasi tahun sebelumnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah, serta penguatan kebijakan kemudahan berusaha dan perbaikan iklim investasi yang terus diakselerasi. Selain itu, penetapan target tersebut juga mempertimbangkan dinamika ekonomi nasional dan regional, serta potensi pengembangan sektor-sektor unggulan di Kota Jambi.
Lebih lanjut, Abu Bakar menjelaskan bahwa rencana aksi yang dipaparkan merupakan instrumen strategis untuk memastikan seluruh program dan kegiatan Tahun Anggaran 2026 berjalan secara terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta selaras dengan 11 Program Unggulan Daerah dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.
Untuk mencapai target itu, Abu Bakar menyebut telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan kemudahan berusaha dan kepastian perizinan, optimalisasi layanan perizinan berbasis risiko melalui sistem OSS-RBA, penguatan promosi dan fasilitasi investasi daerah, peningkatan koordinasi lintas instansi, serta pengawasan dan evaluasi kinerja investasi secara berkelanjutan.


