Jakarta – Sebanyak 157 warga Ukraina yang sebelumnya ditahan Rusia akhirnya kembali ke tanah air setelah dibebaskan dalam proses pertukaran tawanan di tengah konflik yang masih berlangsung antara kedua negara.

Pembebasan para tahanan tersebut terjadi pada Kamis (5/2/2026), menyusul perundingan yang melibatkan delegasi dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia. Perundingan itu berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dalam kesepakatan yang dicapai, Ukraina dan Rusia menyetujui pertukaran sebanyak 314 tawanan perang. Dari jumlah tersebut, Ukraina menerima 157 orang yang sebelumnya berada dalam penahanan pihak Rusia.

Pembebasan ini menjadi salah satu langkah kemanusiaan di tengah konflik bersenjata yang masih terus berlanjut. Proses pertukaran tawanan tersebut juga mencerminkan peran diplomasi internasional dalam membuka ruang dialog di tengah ketegangan perang.

Hingga kini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai identitas para tahanan yang dibebaskan maupun tahapan lanjutan dari kesepakatan pertukaran tawanan tersebut.