JAKARTA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., memimpin rombongan audiensi delapan Diskominfo kabupaten/kota se-Provinsi Jambi ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Pertemuan berlangsung di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (9/2/2026), dan dihadiri jajaran pejabat kementerian.

Rombongan terdiri dari Diskominfo Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Fajar Alamsyah), Tanjung Jabung Barat (Joan Prayuda), Batang Hari (Amir Hamzah), Kota Sungai Penuh (Yosrizal), Kerinci (Yuldi Candra), Tebo (Ruman Syahfudin), Merangin (A. Khoirudin), serta Sekretaris Diskominfo Bungo (Ade Yusuf Abidin).

Dari pihak Komdigi, hadir Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Politik Arnanto Nurprabowo, Ketua Tim Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi Isnaldi, Ketua Tim Start Up Digital sekaligus Plh. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Anka Raharja, PIC Supervisi Layanan BAKTI Handoko, Staf Divisi Layanan TI Pemerintah Direktorat Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah Satya Nugraha Adikara, serta sejumlah Tenaga Ahli Menteri, di antaranya Maureethania, Sekarwati, Muhammad Safii, dan Widhi Adriansyah.

Kesenjangan Akses Internet Jadi Sorotan

Dalam audiensi tersebut, Ariansyah memaparkan kondisi akses internet di sejumlah wilayah Jambi yang masih terbatas.

“Di Provinsi Jambi, masih banyak desa yang belum tersentuh akses internet. Hal ini menghambat pembangunan digital, pendidikan, dan pelayanan publik bagi masyarakat pedalaman,” katanya.

Ia menyebutkan masih terdapat desa dengan status blank spot sinyal, terutama di Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo.

Selain itu, Ariansyah juga mengusulkan program Training of Trainers (ToT) Talent Digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital aparatur daerah guna mendukung implementasi Satu Data Indonesia serta penguatan layanan publik berbasis daring.

Komdigi Prioritaskan Dukungan untuk Jambi

Staf Khusus Menteri Komdigi, Arnanto Nurprabowo, menyambut positif inisiatif Pemerintah Provinsi Jambi.

“Kami akan memprioritaskan Provinsi Jambi lebih tinggi daripada daerah lain. Kunjungan khusus seperti ini menunjukkan komitmen serius dalam menyampaikan kebutuhan akses internet dan pelatihan ToT Talent Digital bagi ASN,” ujarnya.

Arnanto menjelaskan, Komdigi tengah mempercepat program Universal Service Obligation (USO) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Tahun ini, kami targetkan penambahan ribuan VSAT di daerah Non 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang dipasang di sekolah negeri dan agama, ponpes dan puskesmas, termasuk di Provinsi Jambi yang diusulkan melalui Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan. Khusus Provinsi Jambi akan kami utamakan dan masuk radar utama karena sinergi yang baik dengan Kementerian Komdigi,” lanjutnya.

Audiensi ini menjadi momentum bagi Provinsi Jambi dalam mempercepat transformasi digital hingga ke tingkat desa guna mengejar ketertinggalan akses internet secara nasional.

“Dengan dukungan Komdigi, kami optimis Jambi akan bisa segera bebas dari ketertinggalan akses dan cakupan internet,” pungkas Ariansyah.