Penguatan SDM Digital ASN
Selain pembangunan infrastruktur, Ariansyah mengusulkan program Training of Trainers (ToT) Talent Digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jambi untuk mendukung implementasi Satu Data Indonesia dan layanan publik berbasis digital.
“Transformasi digital bukan hanya soal kabel dan antena, tapi juga soal kesiapan orang-orang yang mengoperasikannya. Kami ingin ASN Jambi menjadi motor penggerak birokrasi digital,” ungkapnya.
Komdigi Beri Respons Positif
Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Politik, Arnanto Nurprabowo, menyambut baik langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi.
“Kami akan memberikan prioritas lebih tinggi bagi Provinsi Jambi. Kunjungan serempak seperti ini menunjukkan komitmen serius dan sinergi yang luar biasa antara provinsi dan kabupaten/kota. Ini adalah contoh koordinasi daerah yang patut diapresiasi,” ujar Arnanto.
Ia menambahkan bahwa Komdigi tengah mempercepat program Universal Service Obligation (USO) melalui BAKTI. Tahun ini, ribuan VSAT akan dipasang di daerah Non-3T, termasuk sekolah negeri, sekolah agama, pondok pesantren, dan puskesmas di Jambi.
“Jambi masuk dalam radar utama kami karena komunikasinya yang sangat aktif ke pusat,” lanjutnya.
Audiensi ini dihadiri para Kepala Dinas Kominfo kabupaten/kota, yakni Fajar Alamsyah (Tanjung Jabung Timur), Joan Prayuda (Tanjung Jabung Barat), Amir Hamzah (Batang Hari), Yosrizal (Kota Sungai Penuh), Yuldi Candra (Kerinci), Ruman Syahfudin (Tebo), A. Khoirudin (Merangin), serta Ade Yusuf Abidin (Sekretaris Diskominfo Bungo). Turut mendampingi dari pihak Komdigi antara lain Isnaldi, Anka Raharja, Handoko, serta sejumlah Tenaga Ahli Menteri.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk mempercepat digitalisasi hingga ke tingkat desa dan mengejar ketertinggalan akses internet menuju 2029.



