1. Prioritas Hidup Berubah

Tanggung jawab pekerjaan, keluarga, dan urusan pribadi menyita lebih banyak waktu serta energi. Akhir pekan yang dulu digunakan untuk bertemu teman kini terasa lebih berharga untuk beristirahat atau berkumpul bersama keluarga inti.

Melansir Clever Dude, seiring bertambahnya usia, banyak orang menjadi lebih selektif dalam menggunakan energinya. Mereka memilih interaksi yang bermakna dibanding sekadar keramaian tanpa kedekatan emosional.

2. Perubahan Lingkungan dan Fase Hidup

Bertambahnya usia juga berarti menghadapi dinamika hubungan. Ada teman yang pindah kota, sibuk dengan keluarga masing-masing, atau menjauh karena perbedaan fase hidup.

Situasi ini kerap menimbulkan kesan seolah jumlah teman berkurang, padahal yang terjadi lebih pada pergeseran kualitas hubungan daripada kuantitasnya.

3. Mencari Ketenangan

Bagi sebagian orang, menjauh dari keramaian adalah cara menjaga ketenangan. Acara besar atau pertemuan penuh basa-basi dapat terasa menguras energi.

Mengutip A Conscious Rethink, banyak individu yang semakin dewasa justru lebih menikmati percakapan mendalam dalam kelompok kecil dibanding interaksi di tengah keramaian.

4. Faktor Kesehatan dan Kondisi Mental

Kondisi fisik turut memengaruhi intensitas bersosialisasi. Nyeri kronis, gangguan tidur, atau stamina yang menurun membuat aktivitas sosial terasa lebih berat.

Selain itu, kecemasan sosial maupun depresi dapat menurunkan keinginan untuk berinteraksi. Dalam beberapa kasus, menarik diri bukan sekadar preferensi, melainkan tanda adanya tekanan emosional atau ketidakpuasan hidup.