LAS VEGAS – Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas bagi Geotab dalam memperluas bisnis platform manajemen armada di kawasan Asia Tenggara pada 2026. Perusahaan global di bidang solusi telematika dan manajemen aset ini optimistis dapat memperbesar pangsa pasar di Tanah Air melalui ekspansi tim dan peluncuran produk baru.

Hal tersebut disampaikan Associate Vice President, Business Development Geotab untuk wilayah APAC, Will Batty, di sela acara Geotab Connect 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, Selasa (10/2) waktu setempat.

“Indonesia merupakan salah satu fokus utama dan prioritas kami di Asia Tenggara untuk tahun 2026. Kami telah berinvestasi secara signifikan pada paruh kedua tahun lalu untuk mengembangkan tim di sana,” ujar Batty.

Ia menambahkan, Geotab akan menambah tenaga kerja di lapangan serta memperluas jaringan mitra reseller guna memperluas jangkauan layanan di seluruh Indonesia.

Pasar Manajemen Armada Indonesia Dinilai Tumbuh Pesat

Menurut Batty, pasar platform manajemen armada di Indonesia berkembang cepat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri.

“Pasar Indonesia sedang berkembang dengan cepat. Transformasi digital benar-benar mulai berlaku, dan pelanggan ingin memanfaatkan data mereka secara lebih maksimal,” katanya.

Ia menilai teknologi telematika berperan penting dalam membantu perusahaan mengelola armada secara lebih efisien. Melalui analitik data dan kecerdasan buatan (AI), Geotab mampu menghadirkan wawasan strategis untuk mengendalikan biaya operasional sekaligus meningkatkan keselamatan.

“Teknologi Geotab mengungkap wawasan kunci tingkat tinggi yang diperlukan untuk mengelola armada secara lebih efisien dan memahami di mana biaya mulai berdampak pada bisnis,” ujarnya.