JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kota Jambi di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin (9/2/2026). Dalam arahannya, Maulana menegaskan peningkatan disiplin ASN serta fokus pada percepatan realisasi 11 program unggulan “Kota Jambi Bahagia” sepanjang 2026.
Maulana menyatakan, tahun ini Pemkot Jambi memprioritaskan dua agenda utama, yakni kebersihan dan keamanan kota. “Tahun ini Bersih dan Aman menjadi prioritas kita,” tegasnya di hadapan peserta apel.
Untuk mendukung program kebersihan, Pemkot Jambi akan menambah 20 armada pengangkut sampah yang dijadwalkan tiba pada April 2026. Armada tersebut akan mengangkut sampah dari tingkat RT dan kelurahan, termasuk yang selama ini diangkut menggunakan bentor. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pabrik pengolahan sampah dengan dukungan APBN. Peralatan pabrik ditargetkan mulai masuk dalam waktu dekat.
“Dengan masuknya armada dan operasional pengolahan sampah, persoalan sampah harus bisa kita selesaikan tahun ini,” ujarnya.
Di sektor keamanan, Pemkot Jambi akan memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh RT melalui program Kampung Bahagia. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pengawasan lingkungan dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Maulana menambahkan, setelah aspek kebersihan dan keamanan tertata, Pemkot Jambi akan mendorong pengembangan Kampung Wisata pada 2027. Program tersebut diproyeksikan memanfaatkan konektivitas Tol Sumatera guna meningkatkan kunjungan dan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam kesempatan itu, Maulana juga meminta seluruh jajaran Pemkot Jambi mempertajam kinerja tanpa harus menunggu instruksi, terutama dalam merespons keluhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi antarperangkat daerah.
Lebih lanjut, Maulana menyebut implementasi 11 program unggulan selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza telah memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka pengangguran. Salah satu program yang disorot adalah Kampung Bahagia dengan alokasi Rp100 juta per RT, yang telah diuji coba di 67 RT.
“Program ini tidak hanya berjalan, tetapi memiliki daya ungkit terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka,” katanya.
Selain itu, sejumlah program lain seperti Kartu Bahagia dan Call Center Bahagia 112 disebut telah berjalan. Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan jajaran Pemkot Jambi atas kolaborasi selama satu tahun masa kepemimpinannya.
“Setiap capaian tidak terlepas dari kerja sama seluruh perangkat daerah. Kolaborasi dan sinergi menjadi kekuatan kita dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” pungkasnya. (*)



