Ganggu Transportasi dan Status Siaga

Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu transportasi nasional. Perjalanan kereta api lintas utara rute Jakarta–Surabaya terkendala akibat rel terendam di Km 32 pada petak jalur antara Karangjati dan Gubug.

Hingga Senin (16/2) pukul 14.00 WIB, tinggi muka air di Bendung Sedadi tercatat pada elevasi 26,68 mdpl atau level siaga dan berangsur turun. Namun, Pos Menduran menunjukkan tren kenaikan debit air.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait dalam penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, distribusi logistik, pemantauan lapangan, hingga penguatan tanggul darurat di sejumlah titik.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi hujan berintensitas tinggi masih berlanjut dalam dua hari ke depan. Dengan kondisi tanggul jebol dan debit sungai yang fluktuatif, ancaman banjir susulan tetap perlu diwaspadai.

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, memantau informasi resmi pemerintah daerah, serta segera mengungsi ke tempat lebih aman jika debit air kembali meningkat.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat banjir di Grobogan,” pungkas Muhari.