Jakarta — Sebagian orang pernah mengalami terbangun di tengah malam akibat rasa lapar. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah sebaiknya kembali tidur atau justru menuju dapur untuk mencari makanan? Para ahli pun memberikan penjelasannya.
Banyak orang mengira terbangun tengah malam karena lapar merupakan kondisi yang tidak normal. Padahal, menurut praktisi kesehatan Michael Genovese, fenomena tersebut tergolong wajar dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Genovese menjelaskan bahwa rasa lapar di malam hari bisa dipicu oleh faktor biologis, gaya hidup, hingga kondisi psikologis. Namun, salah satu penyebab paling umum berkaitan dengan pola makan sepanjang hari, khususnya menjelang waktu tidur.
“Pola makan yang tidak seimbang atau makan malam yang tidak memadai dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat, kemudian turun, yang menyebabkan rasa lapar di malam hari,” kata Genovese, dikutip dari Real Simple.
Ia menambahkan, konsumsi karbohidrat olahan berlebihan saat makan malam, serta kurangnya asupan protein dan serat di siang hari, dapat memicu rasa lapar saat malam.
Stres dan kecemasan berperan
Selain pola makan, aktivitas fisik berlebihan di siang hari juga bisa menjadi pemicu terbangun tengah malam karena lapar. Faktor hormonal turut berperan, terutama peningkatan hormon kortisol akibat stres dan kadar insulin yang tidak terkontrol.
“Stres dan kecemasan dapat memicu ‘rasa lapar akibat stres’ dan menciptakan perilaku kenyamanan yang menjadi kebiasaan seperti mengonsumsi camilan tengah malam,” ujar Genovese.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut, tubuh bisa membentuk rutinitas baru. Akibatnya, tubuh secara otomatis mengirimkan sinyal lapar di tengah malam karena terbiasa menerima asupan kalori pada waktu tersebut.
Perlu makan atau kembali tidur?
Lalu, apakah terbangun akibat rasa lapar harus selalu diikuti dengan makan? Menurut Genovese, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali penyebabnya.
Jika terbangun karena kebiasaan mengonsumsi makanan manis atau karbohidrat sederhana, sebaiknya kebiasaan ngemil di malam hari dihindari. Namun, jika rasa lapar benar-benar terasa, mengonsumsi camilan ringan tetap diperbolehkan.
Para ahli menyarankan camilan yang mengandung protein dan lemak sehat, seperti segenggam kacang, Greek yogurt, buah, setengah buah pisang dengan selai kacang, atau keripik gandum utuh dengan keju.
Genovese juga menyarankan konsumsi karbohidrat yang mudah diserap apabila seseorang terbangun dengan gejala seperti gemetar, pusing, atau berkeringat.

