Muarojambi – RSUD Ahmad Ripin, Kabupaten Muarojambi, dipadati puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) 118/IX Pematang Pulai, Kecamatan Sekernan, yang diduga mengalami keracunan makanan bergizi (MBG), Jumat (30/1/2026).
Pantauan di lokasi, ruang perawatan rumah sakit dipenuhi para siswa yang mengeluhkan kondisi tidak sehat, disertai kehadiran orang tua yang silih berganti datang untuk memastikan keadaan anak-anak mereka. Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa anaknya yang duduk di kelas IV mengalami mual usai mengonsumsi makanan tersebut.
“Katanya tadi menunya soto. Kejadiannya sekitar jam setengah tiga,” ujar wali murid tersebut.
Sejumlah pejabat daerah Kabupaten Muarojambi turut hadir di RSUD Ahmad Ripin untuk memantau langsung kondisi para siswa. Terlihat di antaranya Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno, Wakil Bupati Jun Mahir, serta Sekretaris Daerah Budi Hartono.
Sementara itu, Kepala SPPG Sengeti, Akbar Amrullah, menyatakan bahwa proses penyajian makanan telah dilakukan sesuai prosedur. Ia menyebutkan bahwa sejak SPPG Sengeti yang berada di bawah naungan Yayasan Aziz Rukiyah Amanah berdiri pada November 2025, insiden serupa baru pertama kali terjadi.
“Sudah sesuai prosedur. Ini (penyebab) kita masih selidiki. Nanti kami simpulkan,” ujar Akbar.
Berdasarkan informasi sementara, terdapat 59 korban yang diduga mengalami keracunan MBG. Para korban berasal dari sejumlah sekolah yang menerima pasokan makanan dari SPPG Sengeti dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Ahmad Ripin.
Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno memastikan seluruh biaya perawatan para siswa akan ditanggung pemerintah daerah.
“Pokoknya kita fokus kesehatan anak-anak dulu,” kata Bambang Bayu Suseno.
Hingga berita ini diterbitkan, keluarga siswa masih terus berdatangan ke RSUD Ahmad Ripin. Para siswa yang mengonsumsi MBG dari SPPG Sengeti tersebut masih diduga mengalami keracunan makanan.
Reporter: Juan Ambarita

