Jambi – Puluhan murid dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sekernan dan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, dilarikan ke RSUD Ahmad Ripin pada Jumat (30/1/2026). Para murid tersebut diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan data sementara, jumlah korban yang menjalani perawatan medis tercatat mencapai 82 murid. Para korban umumnya mengeluhkan mual dan muntah. Hingga Jumat sore, pihak RSUD Ahmad Ripin masih menerima tambahan pasien.
Sekretaris Satgas Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menyampaikan bahwa peristiwa ini diduga merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti, Kecamatan Sekernan.
“Satgas Pangan saat ini sedang melakukan investigasi. Sampel makanan sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan Muaro Jambi untuk observasi lebih lanjut,” ujar Johansyah, Jumat malam (30/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi sekaligus mendukung proses penyelidikan, operasional dapur SPPG Sengeti dihentikan sementara hingga investigasi selesai dan dinyatakan aman oleh tim terkait.
Pantauan di RSUD Ahmad Ripin menunjukkan puluhan murid masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, orang tua dan keluarga korban terus berdatangan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, anaknya yang duduk di bangku kelas IV SD mulai merasakan mual setelah mengonsumsi MBG di sekolah.
“Katanya tadi menunya soto. Kejadiannya sekitar jam setengah tiga,” ujarnya.
Makanan MBG tersebut diketahui dipasok oleh SPPG Sengeti yang berada di bawah naungan Yayasan Aziz Rukiyah Aminah. Kepala SPPG Sengeti, Akbar Amrullah, menyatakan bahwa proses pengolahan dan penyajian makanan telah dilakukan sesuai prosedur.
“Sejak berdiri November 2025, ini kejadian pertama. Untuk penyebabnya masih kami selidiki,” kata Akbar.
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi turut memantau langsung kondisi para korban di RSUD Ahmad Ripin, di antaranya Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Wakil Bupati Jun Mahir, serta Sekretaris Daerah Budi Hartono.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno memastikan seluruh korban akan mendapatkan perawatan medis secara gratis.
“Yang terpenting saat ini kita fokus pada kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Sengeti masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Reporter: Juan Ambarita

