5. Akar licorice
Akar licorice atau akar manis dikenal memiliki sifat antivirus dan antimikroba. Teh licorice membantu meredakan batuk, mengurangi iritasi tenggorokan, serta membantu mengencerkan lendir di saluran napas.
Melansir Complete Gardening, akar licorice dapat mempercepat proses penyembuhan dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan paru-paru. Karena rasanya cukup kuat, licorice sering dikombinasikan dengan madu atau lemon.
6. Daun thyme dan madu
Daun thyme mengandung senyawa aktif seperti timol dan carvacrol yang bersifat antiseptik dan ekspektoran. Air rebusan thyme membantu melonggarkan dahak, meredakan batuk, serta menenangkan tenggorokan.
Daun thyme kering dapat diseduh dalam air mendidih dan dibiarkan meresap selama 5–10 menit. Penambahan madu membantu melapisi tenggorokan dan mengurangi iritasi.
7. Teh echinacea
Teh echinacea kaya akan antioksidan dan bersifat imunostimulan. Minuman ini membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh serta mengurangi durasi pilek, flu, dan sinusitis. Dengan berkurangnya infeksi, produksi lendir berlebih di paru-paru juga dapat menurun.
Teh ini dapat dibuat dengan menyeduh satu sendok teh akar atau daun echinacea dalam air mendidih selama sekitar 15 menit, kemudian disaring. Echinacea umumnya dikonsumsi dua kali sehari.
Meski air rebusan herbal dapat membantu meredakan gejala pernapasan, cara ini tidak menggantikan pemeriksaan dan pengobatan medis. Jika batuk berdahak berlangsung lama, disertai demam tinggi, sesak napas, atau nyeri dada, pemeriksaan ke dokter tetap diperlukan.



