Di satu sisi, panitia di Hotel Odua Weston tetap menjalankan agenda sesuai AD/ART organisasi. Di sisi lain, versi Mapolda mengklaim legitimasi moral karena berada di bawah “pengawasan pembina”. Di antara keduanya, peserta Musda terombang-ambing di antara loyalitas dan nurani.

“Kalau ruang organisasi saja masih bisa diintervensi, maka demokrasi kita belum benar-benar merdeka,” kata Peri menutup pembicaraan.