Di satu sisi, lahan dengan luas ratusan ribu hektare tentunya telah menyumbangkan kerusakan lingkungan yang sangat besar di tanah batak. Mulai dari penggunaan pestisida atau racun yang mematikan membuat unsur hara tanah akan hilang karena durasi produksi pohon eucaliptus yang berpuluh tahun lamanya. Selanjutnya, dapat diperhatikan juga dari segi kekeringan, tanah longsor, dan kekeringan yang sebelumnya belum pernah terjadi di tanah batak.

Namun pada saat ini segalanya telah terjadi, banjir ada dimana-mana, kekeringan menimpa hampir semua Kabupaten di Kawasan Danau Toba, krisis ekologi akibat perluasan lahan konsesi, dan masih banyak lagi dampak-dampak negatif yang ditimbulkan oleh kehadiran TPL yang telah menguasai tanah batak berkisar 30 tahun lamanya.

C. Masa Depan Pekerja Jika TPL Tutup Dalam beberapa bulan terakhir ini, seruan untuk penutupan PT TPL semakin hari semakin mencuat. Hal tersebut didasari atas panggilan nurani dari masyarakat tanah batak dalam menjaga kelestarian bumi pertiwi yang telah dirusak oleh TPL. Seruan ini semakin kuat dengan kehadiran dari pimpinan gereja dan lapisan organisasi masyarakat dan mahasiswa. Secara spontan Pimpinan tertinggi HKBP Oppui ephorus Dr. Victor Tinambunan, M.ST menyerukan untuk TUTUPTPL dan masih konsisten hingga saat ini. Selaku putera daerah dari tanah batak beliau sangat mencintai kelestarian alam dan selalu menyerukan untuk menciptakan ekologis yang semakin baik.