Keesokan harinya, 23 November 2025, Diskusi Publik “Suara dari Pengabuan: Kolaborasi Pengetahuan, Kebijakan, dan Gerakan Warga untuk Ekologi Tanjung Jabung Barat” diselenggarakan untuk menantang pemangku kebijakan agar tidak lagi menutup mata. Mahasiswa, warga, aktivis dan akademisi sepakat bahwa pemerintah daerah harus segera bertindak, bukan sekadar menjanjikan program tanpa eksekusi.
Aksi Zero Waste 2025 menegaskan bahwa penyelamatan Sungai Pengabuan tidak boleh lagi bersifat sporadis atau seremonial. Diperlukan komitmen politik yang tegas, didukung partisipasi warga dan pengetahuan ilmiah yang berkelanjutan.
Mapala Pamsaka menutup aksi ini dengan pernyataan sikap:
Sungai Pengabuan harus dipulihkan sekarang, atau kita akan kehilangan masa depan pesisir Tanjung Jabung Barat.
Organisasi mahasiswa ini memastikan akan terus berada di garis terdepan dalam mengawasi, mengkritisi, dan mendorong perubahan kebijakan demi keselamatan ruang hidup masyarakat dan ekologi sungai.



