1. Orang yang Sedang Pilek, Flu, atau Demam
Mereka yang sedang sakit flu atau demam tidak diperbolehkan melakukan donor darah hingga minimal tujuh hari setelah gejala hilang.
Meskipun virus flu tidak memengaruhi darah yang disumbangkan, pendonor yang sedang sakit sebaiknya menunda donor demi mencegah risiko penyebaran penyakit.
2. Orang yang Kekurangan Zat Besi
Kadar hemoglobin rendah akibat kekurangan zat besi membuat seseorang tidak memenuhi syarat untuk donor darah.
Hemoglobin merupakan protein penting yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Mengutip laman PMI Kota Bandung, kadar hemoglobin minimal untuk donor darah adalah 12,5 g/dL bagi perempuan dan 13 g/dL bagi laki-laki.
Jika kadar hemoglobin sudah kembali normal, barulah donor darah dapat dilakukan.
Asupan zat besi dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan seperti daging, ayam, kacang-kacangan, tahu, dan telur.
3. Orang yang Sedang Mengonsumsi Obat Tertentu
Beberapa jenis obat bisa menjadi alasan penundaan donor darah. Misalnya, seseorang yang baru mengonsumsi aspirin harus menunggu tiga hari sebelum mendonorkan darah.
Pengguna obat pengencer darah juga tidak diperbolehkan donor karena darahnya sulit membeku.
Namun, perempuan yang menggunakan pil KB atau penderita diabetes dengan penggunaan insulin terkontrol masih diperbolehkan donor.
Bagi yang sedang menjalani terapi antibiotik, sebaiknya tunggu hingga pengobatan selesai sebelum mendonorkan darah.



