Menurut CNN, setelah pengunduran diri Veldkamp, beberapa anggota kabinet dari Partai NSC juga mengikuti langkahnya, yang mengakibatkan ketidakstabilan lebih lanjut dalam pemerintahan Belanda.
“Kami sudah muak dengan ini,” tegas pemimpin NSC, Eddy Van Hijum, mengenai situasi yang sedang berlangsung.
Pemerintahan Belanda mengalami tekanan sejak Juni, ketika anggota parlemen anti-Islam Geert Wilders menarik diri dari koalisi empat partai akibat perdebatan mengenai imigrasi.
Belanda termasuk dalam daftar 21 negara yang menandatangani deklarasi bersama untuk mengecam persetujuan Israel terhadap proyek permukiman besar di Tepi Barat. Dalam dokumen tersebut, ditegaskan bahwa tindakan Israel dianggap tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasional. Veldkamp juga pernah mengusulkan larangan impor dari permukiman Israel di wilayah Palestina sebagai respons terhadap rencana peningkatan militer yang dilakukan oleh Israel.



