“Di tengah situasi perang dan bencana kelaparan, jurnalis internasional terus ditolak akses masuk oleh otoritas Israel. Sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 247 jurnalis Palestina telah kehilangan nyawa di Gaza,” lanjutnya.

“Jurnalis adalah mata dan telinga bagi komunitas internasional, dan mereka harus mendapat perlindungan. Pembunuhan mereka, bersama dengan banyak warga sipil lainnya, harus diselidiki secara independen dan segera. Keadilan harus ditegakkan,” tegasnya.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, melaporkan bahwa empat tenaga kesehatan juga menjadi korban dalam serangan itu. Ia menyebutkan bahwa 50 orang lainnya, termasuk pasien kritis, terluka dalam insiden tersebut.

“Di saat orang-orang di Gaza sedang kelaparan, akses mereka yang sudah terbatas terhadap layanan kesehatan semakin terhambat akibat serangan yang terus-menerus,” ujarnya melalui platform X. “Kami terus mendesak: HENTIKAN serangan terhadap layanan kesehatan. Gencatan senjata harus segera dilaksanakan!”