Sebelumnya, isu kelangkaan beras di ritel sempat mengemuka setelah kasus beras premium oplosan melibatkan banyak merek, yang menyebabkan produsen menghentikan pasokan. Beberapa toko di Jakarta bahkan terpaksa tidak menjual beras premium, sementara yang lainnya hanya memiliki stok terbatas.

Bapanas juga melaporkan bahwa distribusi beras SPHP masih belum optimal, baik di pasar tradisional, kios pangan, maupun ritel modern. Sementara itu, Satgas Pangan Polri mencatat bahwa beberapa produsen dan distributor beras sempat menahan pasokan karena khawatir akan menghadapi masalah hukum akibat pelanggaran kualitas kemasan.