Penerbitan Obligasi Korporasi Meningkat
Sementara itu, kebutuhan pendanaan melalui surat utang atau obligasi meningkat pada 2025. Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo, Suhindarto, mencatat penerbitan obligasi korporasi semester pertama 2025 mencapai Rp 90,9 triliun, naik 48,31% dari periode sama tahun lalu.
Kenaikan ini didorong kebutuhan modal kerja Rp 56,26 triliun dan refinancing utang jatuh tempo senilai Rp 31,49 triliun.
“Semester kedua ini jatuh tempo surat utang korporasi mencapai Rp 96,43 triliun, tertinggi sepanjang sejarah,” ungkap Suhindarto.
Direktur Utama Pefindo, Irmawati Amran, berharap emisi obligasi korporasi semester kedua 2025 dapat terserap oleh dana masyarakat melalui investor institusi, seperti reksadana dan perbankan.
Menurut data Pefindo, institusi reksadana mengalokasikan Rp 142 triliun atau 54,9% dana kelolaannya ke obligasi korporasi. Perbankan menginvestasikan Rp 115 triliun atau 3,2% asetnya ke instrumen serupa.


