“Surat terbuka ini kami sampaikan untuk kepentingan umat kami, yang sedang dihabisi dan terhabisi di depan rumahnya, di halaman gerejanya, di kebunnya, dan di atas atas tanah leluhurnya di seluruh pelosok Tanah Papua, khususnya di Intan Jaya dan daerah-daerah konflik lainnya di Papua hari ini,”katanya.
Ia berharap,Presiden Prabowo Subianto mendengar, melihat, dan segera menghentikan segala militerisme di wilayah Intan Jaya, dan daerah-daerah lainnya di seluruh Tanah Papua.
“Ketika mendengar kisah dan berita pengungsian, penembakan, dan kematian misalnya di Intan Jaya saat ini, kami mengetahui bahwa kisah seperti ini bukan hal baru. Sebagian masyarakat ini sudah pernah mengungsi atau lari dari operasi keamanan di tahun-tahun sebelumnya,” kata Pdt. Dr. Benny Giay. (*)


