Namun hingga kini, menurut LGN, belum ada langkah konkret dari aparat penegak hukum. Karena itu, aksi ini diatur sebagai bentuk eskalasi gerakan yang menuntut ketegasan negara.
“Kami tidak ingin mendengar jawaban normatif lagi. Kami ingin langkah nyata dan tegas,” kata Arigandhi, Koordinator Nasional LGN.
Lima Tuntutan Tegas LGN:
1. KPK segera membuka penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap dugaan korupsi di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo.
2. Kapolri memerintahkan Bareskrim membentuk tim investigasi independen dan profesional.
3. Kejaksaan Agung melakukan audit menyeluruh terhadap proyek yang terindikasi bermasalah dan memproses hukum semua pihak yang terlibat.
4. Penetapan tersangka terhadap pejabat dinas dan rekanan kontraktor yang terbukti terlibat.
5. Kementerian Dalam Negeri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Daerah dan OPD Kabupaten Bungo.
Ultimatum Moral: Gerakan Nasional Menggeliat
Menurut LGN, aksi ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang telah menjalin konsolidasi dengan berbagai elemen mahasiswa dan pemuda dari berbagai daerah. Jika tuntutan diabaikan, LGN menyatakan siap memobilisasi aksi serentak lintas wilayah.
“Kalau keadilan terus tidur, maka kami akan jadi alarmnya,” tegas Erwin. “Ini bukan gertakan. Jika negara tak hadir, rakyat akan mengambil peran.”



