2. Render Blocking Script

Jika skrip iklan tidak dimuat secara asynchronous (async) atau tanpa teknik lazy loading, ia bisa memblokir rendering halaman sampai seluruh iklan siap ditampilkan.

3. Layout Shift

Iklan yang dimuat secara dinamis (muncul setelah halaman selesai dimuat) dapat menyebabkan layout shift atau perpindahan elemen-elemen pada halaman. Ini memengaruhi metrik CLS (Cumulative Layout Shift).

4. Respons Server yang Lambat

Google Ads sering menggunakan sistem bidding iklan real-time, sehingga iklan bisa saja tertunda tampil jika proses pemilihannya lambat. Ini memperlambat Time to Interactive (TTI) dan First Input Delay (FID).

✅ Tips Memasang Iklan Google Ads Tanpa Mengorbankan Performa

Meskipun ada dampak negatif, bukan berarti kamu tidak bisa memasang iklan dan tetap menjaga kecepatan website. Berikut beberapa strategi optimasi yang bisa kamu terapkan:

1. Gunakan async dan Lazy Load untuk Skrip Iklan

Pastikan skrip iklan dimuat secara asynchronous agar tidak menghalangi elemen utama halaman:

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>

2. Tentukan Ukuran Slot Iklan Secara Eksplisit

Dengan menetapkan ukuran slot iklan, kamu mencegah layout shift: