ORASI.ID, MUARO BUNGO – Bilah-bilah besar besi baja diturunkan dari truk besar, kemudian mulai disusun simetris.
Teknisi menyusun sedemikian rupa, lalu menguncinya menggunakan baut dan mur berukuran besar.
Pengerjaan jembatan darurat atau jembatan bailey di Jalan Lintas Sumatera kilometer 58, wilayah Kabupaten Bungo telah dimulai, Selasa (4/3/2025).
Sebelumnya, Jalan Lintas Sumatera di kilometer 58, wilayah Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, ambles sekira 12 meter.
Jalan tersebut menghubungkan wilayah Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Pantauan Tribun Jambi, petugas dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) tengah merakit rangka baja sedang yang nantinya jadi penghubung dua titik yang terputus.
Sementara petugas juga telah mengeruk tanah sedalam sekira tujuh meter di kedua titik putus.
Lubang itu diisi sandbag (karung pasir) yang berfungsi sebagai penahan dan menjaga agar tidak terjadi longsor di titik tersebut.
Pengerjaan terlihat lancar, karena kemarin debit arus Sungai Tukum sudah normal. Tidak sebesar saat hujan turun hingga mengakibatkan longsor pada Minggu kemarin.
Di kanan kiri aliran sungai yang telah berarus normal, selama pemasangan sandbag, petugas BPJN membuat pagar bendung menggunakan timbunan tanah.
Kepala Satker PJN II Jambi, Diaz Shodiq, mengatakan panjang jembatan darurat dari baja sekira 30 meter.
Dia juga menjelaskan saat ini ada 20 box culvert yang tersedia untuk pembangunan.
Pihak BPJN memprediksi akan membutuhkan 1.400 kubik tanah.
“Saat ini tersedia 20 box culvert. Mudahan-mudahan sebelum lebaran selesai dikerjakan,” katanya.
“Jika tidak ada kendala, jalan akan selesai dibangun sebelum lebaran,” pungkasnya.
Pengerjaan jembatan darurat itu sudah sekira 30 persen.
Pihaknya menargetkan itu selesai dalam waktu dekat, kemudian langsung diujicobakan, sehingga pengendara bisa melintas seperti biasanya.
“Progresnya 30 persen, mungkin sore nanti (kemarin) 60 persen,” ujarnya.
Diaz menuturkan jembatan bailey belum bisa digunakan pada Selasa kemarin karena belum seluruh komponen dipasang.
“Kemungkinan baru bisa digunakan pada Rabu atau Kamis nanti,” lanjutnya.
Sebelum pemasangan jembatan darurat selesai, arus lalu lintas untuk kendaraan roda empat dan roda enam dari Jambi dialihkan via jalan alternatif.
Diaz juga menjelaskan jembatan bailey hanya mampu menopang beban 20 ton.
Untuk kendaraan yang beratnya melebihi 20 ton, nantinya akan dialihkan ke jalan alternatif, hingga pengerjaan jembatan permanen selesai dikerjakan.
Pembangunan Jembatan Permanen
Sementara terkait pembangunan jembatan permanen yang baru, secara pasti, Diaz belum mengetahui waktu mulai dan waktu selesai pembangunan jembatan permanen.
Menurutnya, itu menunggu anggaran tersedia dan kondisi saat ini anggaran tersebut belum tersedia.
Pembangunan jembatan permanen baru dilakukan hingga anggaran tersedia.
“Untuk saat ini anggaran pembangunan jembatan permanen belum tersedia,” ungkapnya.
Untuk biaya pembangunan jembatan permanen, kata Diaz, belum bisa diperoleh angka pastinya.
Namun, jika panjang jembatan 20 meter butuh biaya Rp10 miliar-Rp15 miliar.
“Untuk pembangunan jembatan permanen membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Namun hingga lebaran, masih tetap menggunakan jembatan bailey,” lanjutnya.
Sepeda Motor Warga Lewat
Warga Desa Sirih Sekapur, Kabupaten Bungo, yang menggunakan sepeda motor dan jalan kaki untuk melintas jalan yang ambles.
Mereka menggunakan jembatan kecil yang dipasang dekat titik kerusakan.
Warga membuat jembatan kecil dari batang pinang yang disusun sedemikian rupa, hingga cukup kuat dilalui sepeda motor.
Terlihat, beberapa pesepeda motor melintasi jembatan kecil itu.
Sementara, mobilisasi kendaraan dari Padang ke arah Bungo dan sebaliknya dari Bungo ke Padang, lumpuh total.
“Untuk situasi jalan sangat membutuhkan alat berat untuk percepatan dalam perbaikan,” ujar Humas Polres Bungo, AKP M Noer.
Polres Bungo menginformasikan jalur alternatif yang bisa digunakan selama Jalinsum Jambi-Padang Km 58 putus.
Kendaraan roda dua dan empat bisa menggunakan jalur alternatif via Padang Lama.
Melewati Simpang Somel-Rimbo Bujang-Simopang Lopon (belok kiri) – melewati Tujuh Koto – Koto Baru (Dhamasraya )
Untuk kendaraan roda enam ke atas, diarahkan untuk istrahat di bahu jalan atau balik kanan, sementara perbaikan jalan.
Pantauan Orasi, kendaraan yang melewati jalur tersebut cukup ramai.