Kini pihaknya telah melakukan langkah tanggap darurat diantaranya mematikan pompa intake Broni I di Pulau Pandan, menutup jalur pipa yang bocor dengan memasang valve, menghentikan pengaliran dari IPA Broni I karena terputusnya suplai baku.

IPA Broni I masih diupayakan tetap beroperasi dengan suplai dari Intake Broni II namun dengan kapasitas terbatas, hanya 25% dari kapasitas seharusnya (250 lpd). “Untuk rencana pemulihan pengaliran kita lakukan IPA Broni 1, diharapkan dapat segera dioperasikan pada pukul 22.00 malam ini, Senin, 17 Februari 2025,” kata Dwike.

Sedangkan pengaliran diestimasi mulai pulih pada Selasa dini hari, namun baru dapat memenuhi 80% jumlah pelanggan terdampak.

“Pekerjaan perbaikan pipa bocor terus dilakukan, dengan estimasi waktu 7 hari. Estimasi pelayanan 100% akan pulih dalam waktu 10 hari,” pungkasnya. Dalam kesempatan tersebut, Perumda Tirta Mayang meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berharap masyarakat dapat bersabar dan menghemat penggunaan air selama pengaliran air terhenti.