Program ini bukan sekadar memberikan fasilitas membaca. Dengan interaksi langsung dari para personel Polairud, anak-anak juga diberikan pelatihan menulis kreatif, belajar mendongeng, hingga diskusi interaktif untuk mendorong daya pikir kritis mereka. “Kami ingin menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Anak-anak adalah aset bangsa yang harus terus kita bina agar menjadi generasi cerdas dan kritis,” tambah Kombes Agus.
Sungai Batanghari: Jalur Kehidupan dan Pendidikan
Sungai Batanghari, yang membentang sepanjang 800 km, merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Sungai ini tidak hanya menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat Jambi, tetapi juga sumber kehidupan yang menopang ekonomi dan aktivitas harian mereka. Namun, akses pendidikan di sepanjang wilayah pesisir sungai ini masih menjadi tantangan tersendiri. Banyak desa yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat, sehingga anak-anak di sana sering kali kesulitan mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.
Di sinilah peran Kapal Perpustakaan Terapung menjadi signifikan. Dengan menggunakan kapal patroli yang telah dimodifikasi menjadi ruang perpustakaan mini, Ditpolairud Polda Jambi membawa buku-buku bacaan langsung ke komunitas-komunitas terpencil. Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan.



