Dalam kata sampaiannya, Gubernur Al Haris mengatakan, modernisasi dan globalisasi, apalagi dengan era digital sekarang ini membawa dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya ialah terkikisnya nasionalisme, termasuk di dalamnya penghayatan dan penghormatan terhadap Bendera Merah Putih semakin pudar dan menipis.

Bendera Kebangsaan Merah Putih hanya dibuat sebagai pajangan dan hiasan belaka, karena sebagian masyarakat kita kurang memahami arti dan makna Sang Merah Putih sebagai Bendera Kebangsaan Indonesia yang diperjuangkan dengan tetesan air mata, darah, bahkan mengorbankan nyawa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Untuk itu, perlu kita dilakukan pembinaan bagi seluruh lapisan masyarakat dan komponen bangsa, terutama untuk membangun kembali dan memperkuat Nation Character Building (pembangunan karakter bangsa), yang telah mulai pudar pada diri manusia Indonesia, agar pada diri setiap anak bangsa tumbuh dan berkembang sikap cinta tanah air, semangat patriotisme, idealisme, rela berkorban, serta sikap dan perilaku menghargai dan menghormati Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih,” kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menuturkan, salah satu wujud kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan dimaksud adalah dengan menyelenggarakan Pembinaan dan Pemusatan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2024, yang nantinya mengemban tugas berat dan mulia pada Upacara Pengibaran dan Penurunan Duplikat Bendera Pusaka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2024.