“Bertani adalah pekerjaan yang sangat mulia, selain untuk perekonomian petani itu sendiri, juga untuk ketahanan pangan dan mengedalikan inflasi, khusunya komoditas padi/beras di Provinsi Jambi terutama di Kabupaten Sarolangun, maupun turut berkontribusi untuk merawat alam/lingkungan,” ujar Gubernur Al Haris.

Dalam kegiatan itu, Gubernur Al Haris juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi telah menyusun rencana strategis yang bertujuan kembali menanam pada lahan lahan kosong.

“Kemaren sewaktu pertemuan Presiden dan Menteri Pertanian berserta Gubernur, bagi para petani yang mempunyai lahan yang belum digarap atau diolah bisa mengusulkan dana pengolahan, satu hektar bisa dapat 20 juta. Dana tersebut bisa ditransfer kerekening masing-masing petani, yang jelas sekarang ini didata dulu,” tutur Gubernur Al Haris.

“Hasil sawah-sawah kita ini sangat membantu perekonomian rumah tangga kita juga daerah melalui pengelolaan komoditas unggulan yang berkelanjutan (ekonomi hijau), guna meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” kata Gubernur Al Haris lagi.

Gubernur Al Haris mengatakan, Provinsi Jambi pada tahun 2024 telah ditetapkan sasaran tanam padi seluas 109.260 hektar.