Operasi ini di Jambi direncanakan berlangsung selama 12 hari, dan diharapkan mampu meningkatkan curah hujan di wilayah-wilayah rawan kebakaran, mengurangi titik api, serta memastikan keberlangsungan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi Ibnu Sulistyono mengatakan selama operasi akan dilakukan penyemaian atau penaburan garam di awan yang berpotensi menghasilkan awan hujan.
Ia mengatakan frekuensi penyemaian garam ini akan berbeda setiap harinya. Penyemaian dilakukan di ketinggian empat ribu hingga tujuh ribu kaki
Pemilihan bulan Juni untuk modifikasi cuaca, menurutnya karena berdasarkan pantauan BMKG pada Juni di Jambi masih terdapat awan yang berpotensi menjadi hujan.
Sebaliknya, pada Juli 2024 di Provinsi Jambi sudah memasuki puncak musim kemarau, potensi awan hujan semakin berkurang.



