Siapkan 8 Ton Garam Sebagai Upaya Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

Daerah233 Dilihat

Jambi – Dalam mengatasi dan mengantisipasi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan yang menjadi dampak musim kemarau, Komando Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang Kolonel Pnb Rizaldy Efranza mengambil langkah dengan 8 ton garam yang akan disemai dilangit Provinsi Jambi sebagai upaya modifikasi cuaca Provinsi Jambi yang direncanakan berlangsung selama dua pekan dengan pesawat yang akan stay selama periode tersebut.

“Harapannya, dengan OMC ini kita bisa mencegah terjadinya karhutla dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Dalam operasi itu dia memastikan seluruh infrastruktur dan personel telah disiapkan. Selain itu juga ada beberapa profesional dari berbagai instansi bersiap untuk antisipasi manajemen risiko sehingga tercapai misi pencegahan karhutla.

“Dari BMKG, APP Group, TNI Angkatan Udara, BPBD, baik pusat maupun daerah kita tadi sudah sinergi,” katanya.

Operasi modifikasi cuaca di Jambi mulai dilaksanakan pada 20 Juni sampai dengan 1 Juli 2024. Pelaksanaan operasi ini melibatkan penyemaian awan menggunakan bahan semai NaCl (garam) dengan dukungan pesawat dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh.

Kepala BPBD Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan pelaksanaan operasi kali ini merupakan langkah antisipasi awal yang krusial. Dengan prediksi cuaca yang lebih kering, maka perlu mempersiapkan segala upaya pencegahan sejak dini untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Operasi ini di Jambi direncanakan berlangsung selama 12 hari, dan diharapkan mampu meningkatkan curah hujan di wilayah-wilayah rawan kebakaran, mengurangi titik api, serta memastikan keberlangsungan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi Ibnu Sulistyono mengatakan selama operasi akan dilakukan penyemaian atau penaburan garam di awan yang berpotensi menghasilkan awan hujan.

Ia mengatakan frekuensi penyemaian garam ini akan berbeda setiap harinya. Penyemaian dilakukan di ketinggian empat ribu hingga tujuh ribu kaki

Pemilihan bulan Juni untuk modifikasi cuaca, menurutnya karena berdasarkan pantauan BMKG pada Juni di Jambi masih terdapat awan yang berpotensi menjadi hujan.

Sebaliknya, pada Juli 2024 di Provinsi Jambi sudah memasuki puncak musim kemarau, potensi awan hujan semakin berkurang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *