Gubernur Jambi Al Haris Kerja Nyata Dalam Mengatasi Banjir di Kota Jambi

Advertorial, PEMPROV1136 Dilihat

Jambi – Gubernur Jambi Al Haris didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi turun langsung melakukan bersih-bersih drainase yang berlokasi di RT. 09 Kelurahan Simpang IV Sipin Kecamayan Telanaipura Kota Jambi, Selasa, 15 Agustus 2023.

Terlihat Gubernur Al Haris bersama OPD Terkait dan warga sekitar dengan semangat bergotong-royong membersihkan drainase yang menjadi penyebab langganan banjir di Kota Jambi.

“Alhamdulillah kita pada pagi hari ini bekerja sama dengan Dinas PUPR Provinsi Jambi dan Balai Sungai mengadakan kerja nyata terkait dengan pengendalian banjir di Kota Jambi, dimana Kota Jambi ini cukup banyak titik banjir, ketika turun hujan akan mengalami musibah kebanjiran. Tentu pemerintah setempat tidak akan membiarkan warga setempat mengalami musibah banjir itu,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menuturkan, Kota Jambi memiliki 4 titik daerah yang rawan banjir, dimana yang paling terbesar yaitu Sungai Asam, Sungai Tembuku, Danau Teluk dan Danau Sipin.

“Danau Sipin ini memiliki 3 daerah yaitu Sungai Putri, Sungai Kambang dan Sungai Kenali,” kata Gubernur Al Haris.

Selanjutnya, Gubernur Al Haris mengatakan,  pada tahun 2023 ini Pemerintah Provinsi Jambi mendapatkan Hibah dari Pemerintah Jepang sebesar 173 Miliar, dimana dana ini hanya mampu menangani wilayah banjir di Sungai Asam. “Wilayah ini dipilih karena wilayah paling rawan banjir,” kata Gubernur Al Haris.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menuturkan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia nomor 12/PRT/M/2014 tentang penyelenggaraan sistem drainase perkotaan dimana Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, Badan Usaha dan masyarakat saling bersinergi dalam mewujudkan penyelenggaraan sistem drainase perkotaan yang memenuhi persyaratan, baik secara administrasi, teknis, ramah lingkungan dan memenuhi keandalan pelayanan, sehingga terwujud lingkungan permukiman yang sehat dan bebas genangan.

“Perlu kolaborasi bersama dengan Pemerintah Kota Jambi untuk menyelesaikan permasalahan banjir ini, sehingga pada tahun 2024-2025 masalah banjir ini tuntas teratasi. Dan kita butuh dana sekitar 300 miliar lagi. Tentu perlu kita bagi porsinya, misalnya Pemprov Jambi Rp 100 miliar, Pemkot Rp 100 miliar dan Balai Sungai Rp 100 miliar untuk menyelesaikan masalah banjir ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *