Cecep Suryana, Dari Aktivis Menuju Bakal Calon Walikota Jambi

Daerah21 Dilihat

Orasi.id, Jambi – Cecep Suryana, Aktivis 98 dari Jambi. beranikan diri maju di Pilwako Jambi, niat besar tersebut langsung mengembalikan berkas ke DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Jambi demi mendapatkan dukungan.

Keberanian Cecep ini merupakan komitmen niat bathin terpanggil demi meningkatkan ekonomi masyarakat, bagaimana anak-anak muda tidak berharap bekerja ditempat lain, berkreatif, menciptakan usahanya sendiri, pedagang bisa mempunyai nilai lebih terhadap dagangannya, bagaimana daya beli masyarakat meningkat dengan segala usahanya .

“Saya yakin dengan niat yang lebih keras, Kota Jambi bisa lebih keren di berbagai macam, mohon doanya, Ini saya lakukan dengan setulus hati,”jelasnya jumat, 9 mei 2024.

Cecep dikenal seorang Aktivis yang selalu menjalin komunikasi baik diberbagai organisasi, masyarakat, komunitas kreatif, aktivis buruh, musisi dan lain sebagainya sangat mensuport niat besar Cecep dan atas dukungan para sahabatnya, ia tidak bisa main-main lagi demi menuju Wali Kota Jambi.

“Saya mengatakan kepada teman-teman kita sudah pada fase yang sudah berada ditempat yang mana tempat itu sebuah mengeksekusi dan juga saya mengatakan, kita sudah tua anak anak sudah besar, ngapain main main lagi,”tuturnya.

Cecep mengatakan, tujuan nyalon Wali Kota Jambi yaitu tujuan sama dengan calon lain, bagaimana berbuat lebih terhadap kota Jambi dan kesempatan itu,ada momentum Pilwako saat ini terlebih khusus dirinya sebagai kader partai PDI perjuangan ingin membuktikan bahwa PDI Perjuangan punya kader-kader terbaik dan juga mampu untuk memimpin kota ini lebih maju ya lebih keren disegala bidang.

“PDIP punya kader terbaik, saya kader PDIP dan saya sudah mengembalikan berkas ke PDIP dan saya ingin membuktikan mampu sebagai memimpin Kota Jambi,”ujarnya.

Cecep mengatakan, visi dan misi ketika dipercayakan partai mengusung dirinya sebagai calon Wali Kota Jambi yakni diperlukan Kota Jambi penataan, dimana Kota Jambi bisa rapi, bagaimana Kota bisa bertata pedagang, bagaimana kehidupan sosialnya juga terbangun dengan baik, lingkungannya juga.

“Misalnya saya tinggal dilingkungan yang memang musim hujan itu kebanjiran, saya pasti konsen disitu, bagaimana kota ini hujan sedikit tidak banjir karena saya merasakan itu, kan penanganan tiu tidak sulit sulit amat dan begitu juga Drainase berjalan dengan optimal, masyarakat tidak kebanjiran,”imbuhnya.

Cecep mengatakan, di Kota Jambi tidak susah-susah, kalau sosialnya terbangun dengan baik, masyarakat dengan sendirinya bisa bergeliat dengan ekonominya dan tidak perlu ngasih bantuan ABC untuk menghindari masyarakat tidak makan karena di Kota Jambi semua sudah secara minimal kehidupannya.

“Yang saya baca ya sudah tercukupi, beda dengan kabupaten-kabupaten perlu intervensi khusus karena tidak bisa makan,”tegasnya.

Dalam pertarungan politik ketika dipercayakan calon wali Kota Jambi, ia tidak menghitung, berapa jumlah DPT, Berapa jumlah amplop yang disebar, akan tetapi dirinya menghitung berapa jumlah APBD dan berapa sebarannya, berapa kenaikan ekonomi nanti terjadi.

“Itu yang lagi saya hitung, bukan saya menghitung amplop per amplop yang tentunya bercermin daripada hasil pileg kemarin, yang luar biasa Bar-Bar, tentunya orang lain punya isi tas namun saya punya isi kepala sehingga saya mengajak masyarakat Jambi dan anak muda akhiri politik uang,”terangnya.

Harapannya ke masyarakat, pilih pemimpin itu bukan karena isi amplopnya tapi karena isi otaknya, kerena ini akan juga melahirkan kualitas pemerintahan yang memang betul-betul bersih, betul betul berkualitas, karena kemenangan itu ditentukan karena isi amplop, ya pasti tidak akan bisa melahirkan sebuah kepemimpinan yang betul betul bersih.

“Semoga bisa mendapatkan golden tiket menuju Wali Kota Jambi 2024,”katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *