BTC menjadi $100.000, Penulis “Rich Dad Poor Dad” dengan berani memprediksi harga Bitcoin  

Edukasi, Ekonomi, Teknologi1807 Dilihat

Robert Kiyosaki, penulis terlaris Rich Dad Poor Dad, membuat prediksi berani bahwa harga Bitcoin akan mencapai $100.000. Dalam tweet baru-baru ini, Kiyosaki membagikan kecintaannya pada Bitcoin, mengutip independensinya dari pemerintah dan lembaga keuangan sebagai alasan utama pandangan optimisnya.

Kisah cinta Kiyosaki dengan Bitcoin dimulai ketika dia melihat cryptocurrency melonjak hingga $20.000 hanya untuk turun ke nol tak lama kemudian. Terlepas dari kemunduran ini, Kiyosaki terus memantau kemajuan cryptocurrency dan akhirnya membeli dalam jumlah yang signifikan ketika mencapai $6.000.

Menurut Kiyosaki, sifat terdesentralisasi Bitcoin dan kurangnya intervensi pemerintah menjadikannya investasi yang lebih aman daripada aset tradisional seperti saham dan obligasi. Dia percaya bahwa ini tentang uang rakyat dan bahwa kebijakan fiskal pemerintah, seperti menyuntikkan “uang palsu” ke dalam perekonomian, menjadi perhatian.

Uang rakyat

Pandangan Kiyosaki tentang bitcoin tampaknya konsisten dengan saran umumnya kepada investor untuk mendiversifikasi portofolio mereka dengan berinvestasi di emas, perak, dan bitcoin. Dia sebelumnya mengkritik kebijakan fiskal pemerintah dan menyerukan perubahan dalam strategi investasi untuk melindungi dari potensi penurunan ekonomi.

Pasar bitcoin saat ini telah melihat volatilitas yang adil, tetapi prospek bullish Kiyosaki tetap solid. Dia mendorong investor untuk mempertimbangkan BTC sebagai peluang investasi yang baik, menyoroti potensi pengembalian yang tinggi dan kemandiriannya dari pemerintah dan lembaga keuangan. Seiring semakin populernya bitcoin, prediksi Kiyosaki untuk mencapai $100.000 mungkin tidak jauh.

Disclaimer

Pandangan dan pendapat penulis atau orang lain yang disebutkan dalam artikel ini hanya untuk informasi dan bukan merupakan saran keuangan, investasi atau lainnya. Berinvestasi atau berdagang dalam cryptocurrency melibatkan risiko kerugian finansial. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *