Merangin – Bagi seniman, melahirkan karya menjadi sebuah keharusan, tetapi prosesnya terkadang tergantung pada mood dan juga inspirasi yang melintas di otak seniman. Begitu juga dengan karya masterpiece” jerat zikir” yang dilahirkan pelukisnya Alhendra Daulay atau yang akrab disapa Ucok, begitu kuat dan penuh makna bagi yang melihatnya.
Karya lukisan yang begitu indah, penuh dengan gradasi warna, tarikan kuas lukis meliuk-liuk dengan indah di antara kanvas putih menjelma karya yang maha dahsyat. Terbukti dengan dipamerkan di beberapa even pameran lukisan di tanah air.
Jerat zikir, bagi Ucok memiliki makna tersendiri. Bagi pria baruh baya ini bisa mengawali lahirnya karyanya dengan ketenangan dan keheningan batinya, berikut kisahnya.
Mana pernah kita tahu apa yang Tuhan rencanakan untuk kita makhluknya. Pagi ini, dan sudah beberapa kali pagi bertanya pada diri sendiri pada Tuhan. Bagaimana dan ke mana harus diceritakan semua.
Saya dan beberapa pelaku seni dari Kabupaten Merangin pun ikut memajang karya, berpameran bersama di sana.
Saya membawa 4 lukisan berukuran lumayan besar. Lukisan Tiga Anak Kubu, lukisan Bunga Mawar, lukisan Kerbauku (Alhamdulillah sudah dipinang oleh Taufik Khaldi Kasatpol PP Tebo) dan lukisan Jerat Zikir, lukisan yang pernah lolos kurasi untuk dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta pada tahun 2017 lalu. Dan, satu-satunya utusan dari Provinsi Jambi, orang Bangko (Kabupaten Merangin).



