Jakarta — Mimpi basah kerap dikaitkan dengan remaja laki-laki yang mengalami ejakulasi saat tidur. Namun, tidak sedikit yang bertanya, apakah perempuan juga bisa mengalami hal serupa?

Jawabannya, perempuan juga dapat mengalami mimpi basah. Meski jarang dibahas, kondisi ini tergolong normal dan berkaitan dengan respons alami tubuh saat tidur.

Apa Itu Mimpi Basah?

Mimpi basah terjadi ketika seseorang mengalami respons seksual saat tidur, seperti orgasme atau keluarnya cairan seksual. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai nocturnal emission atau sleep orgasm.

Melansir Healthline, mimpi basah umumnya terjadi saat fase tidur REM (rapid eye movement). Pada fase ini, detak jantung dan pernapasan meningkat, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh—termasuk organ genital—ikut bertambah.

Peningkatan aliran darah tersebut membuat area genital menjadi lebih sensitif. Akibatnya, seseorang bisa mengalami orgasme saat tidur, baik disertai mimpi seksual maupun tidak.

Apakah Perempuan Bisa Mengalaminya?

Menurut International Society for Sexual Medicine (ISSM), perempuan juga dapat mengalami orgasme saat tidur.

Perbedaannya, pada perempuan kondisi ini tidak selalu terlihat jelas seperti pada laki-laki karena tidak terjadi ejakulasi. Namun, mimpi seksual dapat memicu pelumasan vagina dan orgasme saat tidur.

Penelitian klasik oleh Alfred Kinsey pada 1953 menunjukkan bahwa sekitar 70 persen perempuan pernah mengalami mimpi seksual setidaknya sekali dalam hidupnya.

Dalam studi tersebut, sekitar 37 persen perempuan mengalami orgasme saat mimpi seksual sebelum usia 45 tahun. Frekuensinya pun relatif tidak sering, rata-rata sekitar tiga hingga empat kali dalam setahun.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam The Journal of Sex Research (1986) juga menemukan bahwa sebagian besar perempuan yang mengalami orgasme saat tidur pertama kali mengalaminya sebelum usia 21 tahun.