Jakarta — Pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji, bertekad mencetak sejarah dalam ajang Moto2 Amerika 2026 yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), pada 27–29 Maret mendatang.
Pada musim sebelumnya, Mario Aji berhasil finis di posisi kesembilan dalam Moto2 Amerika. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaiknya sejak berkarier di kelas Moto2 pada 2024.
Catatan tersebut juga sempat menempatkan Mario sebagai pembalap Indonesia dengan finis tertinggi di ajang grand prix. Namun, rekor itu kemudian dipatahkan oleh Veda Ega Pratama yang meraih podium ketiga dalam Moto3 Brasil 2026.
Menjelang balapan tahun ini, Mario Aji menegaskan ambisinya untuk mencatatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
“Ya, saya optimis untuk mengulangi momentum yang sama dari tahun kemarin, bahkan lebih baik lagi,” kata Mario Aji, Kamis (26/3).
Optimisme tersebut muncul setelah melihat kondisi lintasan di Austin. Menurut pembalap berusia 22 tahun itu, cuaca di sekitar COTA saat ini kering, berbeda dengan musim lalu yang berlangsung dalam kondisi basah.
Selain itu, hasil finis ke-13 pada Moto2 Brasil 2026 juga menjadi dorongan tambahan bagi Mario untuk tampil lebih maksimal.
“Tahun kemarin kan kita melakukan balapan di kondisi basah, jadi sepertinya minggu ini kering dan Mario ingin mengulangi momentum itu atau bahkan lebih baik lagi di kondisi kering,” ucap Mario.
“Jadi, kita sudah mendapatkan momentum yang bagus di dua balapan terakhir dan Mario ingin mempertahankan itu di sini,” ujar Mario menambahkan.


