Komunitas Seabolga melalui The Bloom Project menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Lintas Agama bertajuk “Harmoni untuk Bumi”. Mengusung tema “Safe and Climate Resilient Shelters in Medan 2026”, forum ini membahas isu perubahan iklim dan kebencanaan, serta pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, di Aula Jabal Nur Asrama Haji Medan, Sabtu (07/03/2026).

The Bloom Project merupakan salah satu partisipan dalam program Harmony in Action yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation dan Temasek Foundation. Program ini bertujuan menjadi wadah berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi lintas agama, serta mendorong langkah bersama membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Salah satu narasumber, Muhammad Yamin Daulay, SE selaku Ketua Tim Kerja Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, mengatakan Indonesia, termasuk wilayah Sumatra, merupakan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Salah satu penyebab meningkatnya bencana adalah cuaca ekstrem yang dipicu oleh perubahan iklim.

“Dan ini menjadi tantangan terbesar karena belum tersampainya edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat. Hanya sebatas himbauan, tapi bagaimana melakukan kesiapsiagaan belum masif dilakukan pada masyarakat,” tuturnya.