Jambi – Rencana pembangunan stokfile batu bara dan jalan hauling yang diduga terkait dengan aktivitas PT SAS menuai penolakan dari warga Perumahan Bahari Makmur, Kota Jambi. Penolakan itu kembali mengemuka dalam acara buka puasa bersama dan roadshow yang digelar Badan Perjuangan Rakyat (BPR) di Masjid Nur Ismail, RT 22, Selasa (2/3/2026).
Dalam tausiahnya, Ustaz Zam Zam LC menilai keberadaan stokfile batu bara berpotensi memicu munculnya penyakit sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kawasan sekitar jalan hauling dan lokasi TUKS dikhawatirkan akan berkembang menjadi titik tumbuh praktik-praktik yang meresahkan warga.
“Yang paling kami khawatirkan adalah dampak sosialnya. Biasanya kalau ada aktivitas seperti ini, akan muncul warung remang-remang dan praktik yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. Dampaknya tentu kepada generasi muda,” ujarnya di hadapan jamaah.
Selain dampak sosial, ia juga menyoroti potensi perubahan kultur masyarakat akibat kebisingan dari lalu lintas truk batu bara yang melintasi kawasan permukiman. Jalan hauling disebut-sebut berada tepat di tengah perumahan warga.
“Kalau setiap hari dilintasi ribuan truk, tentu akan mengubah suasana lingkungan. Kebisingan bisa mengganggu kenyamanan dan pola komunikasi warga,” katanya.



