Medan – Memanasnya konflik di Timur Tengah berdampak pada operasional penerbangan internasional dari Indonesia. Dua penerbangan rute Timur Tengah dari Bandara Internasional Kualanamu dilaporkan batal beroperasi pada Minggu (1/3) akibat penutupan ruang udara di sejumlah wilayah terdampak konflik antara Israel–Amerika Serikat dan Iran.

Corporate Affairs Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat, membenarkan adanya dua penerbangan yang dibatalkan, yakni Lion Air JT 084 rute Kualanamu–Jeddah serta Etihad Airways EY 480/EY 481 rute Abu Dhabi–Kualanamu dan Kualanamu–Abu Dhabi.

Penerbangan tersebut masing-masing dioperasikan oleh Lion Air untuk rute umrah menuju Jeddah dan Etihad Airways untuk rute Abu Dhabi.

“Sampai saat ini ada maskapai Etihad dengan rute Abu Dhabi dan penerbangan Umroh Lion Air yang menuju Timur Tengah,” kata Mohamad Hikmat, Minggu.

Ruang Udara Indonesia Tetap Normal

Hikmat menegaskan bahwa penutupan ruang udara tidak terjadi di wilayah Indonesia, termasuk di Bandara Kualanamu. Dampak yang timbul hanya berupa penyesuaian jadwal untuk penerbangan tujuan Timur Tengah.

“Pembatalan ini merupakan dampak dari penyesuaian jadwal penerbangan akibat penutupan ruang udara di beberapa wilayah Timur Tengah,” jelasnya.

Ia memastikan operasional Bandara Kualanamu tetap berjalan normal. Pihak Angkasa Pura Aviasi terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait guna menjamin keselamatan, keamanan, serta kelancaran operasional penerbangan.

“Operasional bandara tetap berjalan normal. Penutupan ruang udara terjadi di kawasan Timur Tengah, bukan di wilayah udara Bandara Internasional Kualanamu,” ujarnya.