Muara Jambi – Puluhan murid berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Sekernan dan Sengeti Kabupaten Muara Jambi, dilarikan ke RSUD Ahmad Ripin setelah diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/9/2026).
Pantauan di RSUD Ahmad Ripin, puluhan korban tampak menjalani perawatan medis dengan keluhan mual dan muntah. Orang tua dan keluarga murid silih berganti berdatangan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, anaknya yang duduk di kelas IV SD mulai merasakan mual setelah mengonsumsi MBG di sekolah.
“Katanya tadi menunya soto. Kejadiannya sekitar jam setengah tiga,” ujarnya.
Makanan MBG tersebut diketahui dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti yang bernaung di bawah Yayasan Aziz Rukiyah Aminah.
Kepala SPPG Sengeti, Akbar Amrullah, mengklaim bahwa proses pengolahan dan penyajian makanan telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ia menyebutkan, sejak SPPG Sengeti berdiri pada November 2025 lalu, insiden serupa baru pertama kali terjadi.
“Sudah sesuai prosedur. Untuk penyebabnya masih kami selidiki. Nanti akan kami simpulkan,” kata Akbar.
Sementara itu, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Muara Jambi terpantau berada di RSUD Ahmad Ripin, di antaranya Bupati Muara Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS), Wakil Bupati Jun Mahir, serta Sekretaris Daerah Budi Hartono.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 70an murid dari sejumlah sekolah yang menerima pasokan MBG dari SPPG Sengeti telah dirawat di RSUD Ahmad Ripin akibat dugaan keracunan tersebut.
Bupati Muara Jambi Bambang Bayu Suseno memastikan seluruh korban akan mendapatkan perawatan medis secara gratis.
“Yang terpenting sekarang kita fokus pada kesehatan anak-anak dulu,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak rumah sakit masih menerima kedatangan korban tambahan, sementara penyebab pasti dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Sengeti di bawah Yayasan Aziz Rukiyah Aminah masih dalam proses penyelidikan. (*)

