Jakarta — Ratusan rumah di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, masih terendam banjir selama sepekan terakhir. Banjir tersebut dipicu luapan Kali Cidurian yang diperparah oleh kerusakan pada pintu air.

Ketua RT 02 RW 01 Kampung Kuranji, Suyani, menyebutkan bahwa banjir berdampak pada sekitar 450 jiwa yang berasal dari 200 kepala keluarga.

“Total ada 110 rumah yang terdampak. Air mulai masuk sejak Senin lalu, awalnya karena hujan deras kemudian Kali Cidurian meluap,” kata Suyani, mengutip Antara, Minggu (18/1).

Menurut Suyani, meluapnya sungai terjadi akibat pintu air otomatis yang tersangkut benda asing sehingga tidak dapat menutup secara sempurna saat debit air meningkat.

Kondisi tersebut menyebabkan air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi. Di beberapa titik, genangan air bahkan mencapai lebih dari satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa.

Banjir yang belum surut memaksa sebagian besar warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Data di lapangan mencatat sekitar 150 warga mengungsi di area tanggul, 50 orang di musala, dan 20 orang di masjid. Sementara itu, warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat atau mendirikan tenda darurat.

“Meski demikian, masih ada beberapa warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing,” ujarnya.

Terkait bantuan logistik, Suyani menjelaskan bahwa sejumlah bantuan telah disalurkan kepada warga terdampak, berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng. Namun, warga berharap banjir dapat segera surut agar aktivitas sehari-hari kembali berjalan normal.

“Harapan warga tentu air cepat surut. Namun jika belum surut, kami berharap bantuan sembako terus tersedia,” katanya.