Jakarta — Selain masalah rambut rontok, rambut bercabang juga menjadi keluhan yang sering dialami banyak orang. Lalu, rambut bercabang apakah harus dipotong? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting memahami penyebab, jenis, serta cara terbaik mengatasinya.
Pada dasarnya, rambut merupakan serat yang kuat, namun tetap rentan mengalami kerusakan. Salah satu bentuk kerusakan paling umum adalah rambut bercabang, yang biasanya terjadi di bagian ujung rambut.
Rambut bercabang muncul karena ujung rambut merupakan bagian tertua sekaligus paling rapuh. Kerusakan ini terjadi saat lapisan kutikula menipis, sehingga bagian inti protein di dalam helai rambut terekspos. Akibatnya, serat rambut menjadi mudah terurai, pecah, dan membentuk cabang.
Secara visual, rambut bercabang tampak kering, kusam, mudah kusut, dan kehilangan kilau alaminya.
Jenis-Jenis Rambut Bercabang
Melansir WebMD, rambut bercabang tidak hanya memiliki satu bentuk. Ada beberapa tipe rambut bercabang dengan penyebab yang berbeda-beda.
Double split merupakan tipe yang paling umum, ditandai dengan ujung rambut terbelah dua membentuk huruf “Y”. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gesekan akibat penataan atau penyisiran rambut yang berlebihan.
Partial split menyerupai double split, namun dalam ukuran lebih kecil. Jenis ini kerap muncul akibat rambut yang terlalu kering.
Tree split ditandai dengan rambut yang bercabang di beberapa titik dan tampak menyerupai pohon dengan banyak cabang. Kerusakan ini menandakan kondisi rambut yang cukup parah.
Fork split memiliki bentuk menyerupai garpu dengan tiga cabang. Tipe ini umumnya terjadi karena rambut kekurangan hidrasi.



