JakartaBalai Taman Nasional Komodo (BTNK) memperpanjang penutupan sementara layanan wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo menyusul kondisi cuaca yang belum membaik.

Penutupan sementara ini akan diberlakukan hingga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo kembali membuka aktivitas pelayaran kapal wisata. Saat ini, KSOP Labuan Bajo masih memperpanjang penghentian pelayaran akibat cuaca buruk hingga 20 Januari atau sampai kondisi cuaca dinyatakan aman.

“Ikut KSOP. Sampai KSOP izinkan kapal wisata berlayar,” kata Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga, melansir Detik (17/1).

Ia mengimbau seluruh pelaku pariwisata maupun wisatawan agar mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.

“Seluruh pelaku usaha pariwisata, makhoda, pemandu wisata, dan pengunjung wajib mengutamakan keselamatan serta mematuhi ketentuan dan arahan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, aktivitas wisata alam di Taman Nasional Komodo telah ditutup sementara sejak 12 hingga 15 Januari 2026 atau hingga cuaca membaik. Namun, kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem membuat masa penutupan tersebut kembali diperpanjang.

Keputusan ini didasarkan pada prakiraan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tenau Kupang yang dirilis pada 11 Januari 2026.

Selain itu, pertimbangan juga mengacu pada Maklumat Pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo tertanggal 12 Januari 2026 yang memuat peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan sekitar Taman Nasional Komodo.

Dalam periode yang sama, KSOP Labuan Bajo menutup total pelayaran kapal wisata menuju kawasan Taman Nasional Komodo. Larangan tersebut kemudian diperpanjang hingga 20 Januari atau sampai kondisi cuaca dinyatakan kembali aman sesuai prakiraan BMKG.