Jakarta — Masih banyak orang yang mengira tepung panir dan tepung roti merupakan bahan yang sama dan bisa digunakan secara bergantian. Padahal, kesalahan dalam memilih jenis tepung ini kerap membuat hasil gorengan menjadi terlalu berminyak, kurang renyah, atau lapisan tepung tidak menempel dengan baik.

Tepung panir dan tepung roti memang memiliki fungsi yang hampir serupa, yakni sebagai pelapis makanan sebelum digoreng untuk menghasilkan tekstur renyah. Keduanya sering digunakan dalam berbagai hidangan populer seperti risoles, kroket, ayam katsu, nugget, hingga aneka seafood goreng.

Karena sama-sama berasal dari roti dan digunakan untuk tujuan yang mirip, tak sedikit orang menganggap tepung panir dan tepung roti adalah bahan yang identik. Namun, jika diperhatikan lebih detail, terdapat perbedaan mendasar dari sisi bahan baku, tekstur, proses pembuatan, hingga hasil akhir gorengan.

Pemilihan jenis tepung yang tepat sangat memengaruhi kerenyahan, warna, serta daya lekat lapisan tepung pada makanan. Oleh karena itu, penting untuk memahami karakter masing-masing tepung sebelum menggunakannya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut perbedaan tepung panir dan tepung roti agar tidak keliru saat membeli maupun mengolahnya dalam berbagai menu masakan.