TANJUNG JABUNG TIMUR — Kondisi jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur kian memperlihatkan wajah nyata pembangunan yang timpang. Jalan berlubang, rusak berat, berlumpur saat hujan dan berdebu saat kemarau masih menjadi pemandangan lazim yang harus diterima warga setiap hari. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius: ke mana arah janji bupati tentang prioritas pembangunan infrastruktur?

Beberapa ruas jalan di Kecamatan Nipah Panjang, Geragai, Dendang hingga wilayah pedalaman lainnya dinilai berada dalam kondisi yang tidak layak fungsi. Kendaraan kerap terjebak, aktivitas ekonomi tersendat, dan risiko kecelakaan meningkat. Ironisnya, kerusakan ini bukan persoalan baru, melainkan masalah kronis yang terus berulang setiap tahun tanpa penyelesaian fundamental.

“Setiap tahun kami dijanjikan perbaikan. Tapi yang datang hanya tambal sulam, setelah itu rusak lagi. Seolah-olah kami hanya diingat saat musim kampanye,” kata seorang warga dengan nada kecewa.

Pernyataan itu sejalan dengan persepsi publik yang menilai janji perbaikan jalan selama ini lebih banyak berhenti pada retorika ketimbang aksi nyata. Pembangunan yang semestinya menyentuh kebutuhan dasar justru terlihat stagnan, sementara seremonial dan wacana pembangunan terus diproduksi di ruang-ruang formal.