Solo — Belasan orang dilarikan ke rumah sakit akibat bentrokan dalam aksi unjuk rasa pengemudi ojek online (ojol) di Markas Brimob Batalyon C, Polda Jawa Tengah, Solo, pada Jumat (29/8).

Demonstrasi ini diadakan sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya pengemudi ojol, Affan Kurniawan, yang ditabrak oleh mobil rantis Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8).

Pantauan menunjukkan ambulans dari berbagai relawan berlalu-lalang, mengangkut korban dari arah massa demonstran.

Salah satu pengemudi ambulans, Heski Alistia Budi, mengungkapkan bahwa mereka telah bersiaga di lokasi sejak pukul 16.00 WIB.

“Kemungkinan ada 10-15 ambulans yang membawa pasien,” ujar Heski saat dihubungi pada Jumat malam.

Setidaknya 10 orang tercatat dilarikan ke rumah sakit, dengan sebagian besar mengalami perawatan akibat sesak napas dan hilang kesadaran. Salah satu korban juga mengalami luka robek di kaki kanan.

Aksi unjuk rasa serupa berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia. Selain di Jakarta dan Solo, demonstrasi besar juga terjadi di Jawa Barat, Surabaya, Makassar, Medan, dan kota-kota lainnya.

Berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyampaikan kekecewaan mereka terhadap pemerintah dan aparat kepolisian.

Kericuhan berkaitan dengan aksi ini masih berlangsung di beberapa kota, termasuk Jakarta dan Surabaya, hingga malam hari.