Jakarta — Belakangan ini, muncul isu bahwa obat antasida yang biasanya digunakan untuk mengatasi maag dapat membantu mengurangi efek dari gas air mata. Apakah klaim ini benar?
Isu ini menjadi perbincangan hangat, terutama di tengah sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini.
Dokter spesialis penyakit dalam, Aru Ariadno, menjelaskan bahwa gas air mata mengandung senyawa kimia yang dirancang untuk mengganggu mata, kulit, dan sistem pernapasan manusia sementara waktu.
“Gas air mata dapat menyebabkan iritasi,” ungkap Aru, pada Jumat (29/8), sebagaimana dilansir oleh detikhealth.
Meski ada beberapa literatur yang menyebutkan bahwa antasida bisa membantu meredakan efek gas air mata, Aru mengakui bahwa ia belum menemukan bukti klinis yang mendukung hal tersebut.
Ia menjelaskan, anggapan ini mungkin muncul karena antasida bersifat alkalis dan gas air mata bersifat asam, sehingga keduanya bisa saling menetralkan.
“Beberapa aktivis dan ahli kimia merekomendasikan penggunaan larutan antasida yang diencerkan, dicampur dengan soda kue dan air, sebagai tindakan sementara untuk meredakan iritasi akibat gas air mata,” tambahnya.
Antasida sendiri dianggap aman untuk digunakan di permukaan kulit. Namun, jika terkena mata, sebaiknya segera dibilas dengan air bersih.
Poin terpenting adalah menghindari paparan gas air mata. Jika berada di area yang berisiko, tutup mata dan hidung dengan kain basah, dan bilas mata Anda dengan air mengalir untuk mengurangi iritasi.