Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan tersebut, jumlahnya tercatat sebanyak 23.008 orang pada 2025, dari total 251.085 orang. Angka itu setara dengan sekitar 9,16 persen. Jumlah tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 26.324 orang.

“Data tersebut tentu menjadi perhatian kita bersama. Ketika jumlah penduduk berpendidikan perguruan tinggi yang memilih jalur berusaha sendiri mengalami penurunan, maka diperlukan upaya bersama untuk mendorong dan memperkuat kembali semangat kewirausahaan, khususnya di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Menurut Gubernur, penguatan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi diperlukan untuk melahirkan entrepreneur muda yang inovatif, tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, serta semangat kewirausahaan untuk membangun usaha sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemprov Jambi Dorong Pengembangan Usaha Rintisan

Dukungan terhadap kewirausahaan tersebut, lanjut Gubernur, sejalan dengan Misi Ketiga Pembangunan Provinsi Jambi, yakni memantapkan keberlanjutan pembangunan dan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu program prioritas yang disebutkan adalah PRO Jambi Tangguh, berupa bantuan modal kerja bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri rumah tangga, usaha rintisan (startup), serta kalangan milenial.

Gubernur juga mendorong perguruan tinggi di Provinsi Jambi untuk memperluas dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, inkubasi bisnis, pengembangan produk, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.