Ia mengatakan, pihak rumah sakit terus mengevaluasi layanan unggulan dan melakukan perbaikan pada sejumlah aspek pelayanan. Salah satu perhatian utama adalah menekan waktu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar berada di bawah enam jam.
Menurut Iwan, durasi pelayanan pasien dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi dan jenis penyakit, kebutuhan pemeriksaan, serta penanganan lanjutan yang diperlukan.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi. Karena itu, evaluasi tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan data dan dokumen administrasi, tetapi juga melalui penelusuran langsung di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara capaian yang tercatat dan pelaksanaan pelayanan.
Melalui evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, RSUD Raden Mattaher berharap dapat meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mempertahankan standar pelayanan kesehatan yang telah dicapai.

