Fosun Dikaitkan dengan Aktivitas di Wilayah Pendudukan

Sementara itu, Fosun International dikaitkan dengan aktivitas di wilayah pendudukan melalui kepemilikannya atas produsen kosmetik Israel Ahava.

Perusahaan tersebut memiliki operasi di permukiman Mitzpe Shalem di wilayah pendudukan.

Di Inggris, anak usaha Fosun, Breas Medical, memiliki dua kontrak sektor publik dengan nilai total 1,29 juta poundsterling atau sekitar Rp30,9 miliar.

Parlemen Inggris Dorong Larangan Perdagangan

Temuan tersebut muncul ketika lebih dari 140 anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh mendorong pemerintah melarang perdagangan dengan permukiman Israel yang berada di wilayah pendudukan.

Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan keberadaan Israel yang terus berlangsung di wilayah Palestina yang diduduki sebagai tindakan melanggar hukum dan meminta agar kondisi tersebut diakhiri sesegera mungkin.

ICJ juga menyatakan negara lain memiliki kewajiban untuk tidak memberikan bantuan dalam mempertahankan situasi tersebut.

Pemerintah Inggris pada Agustus 2026 telah memperingatkan perusahaan agar tidak mengikuti tender konstruksi di permukiman Israel. Pemerintah menyebut terdapat risiko hukum dan reputasi serta potensi keterlibatan dalam pelanggaran hukum internasional.

Namun, Kantor Kabinet Inggris mengatakan keputusan untuk mengecualikan pemasok dilakukan oleh masing-masing lembaga publik berdasarkan kontrak.

Pemerintah juga menyatakan pengadaan publik tidak dapat digunakan untuk memboikot pemasok yang terkait dengan negara lain kecuali terdapat sanksi, embargo, atau pembatasan resmi dari Inggris.

Temuan investigasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara kebijakan Inggris terkait permukiman Israel dan hubungan komersial sejumlah perusahaan yang beroperasi di sektor publik negara tersebut.